Sabtu, 05 Juni 2010

Kartu ATM & Masa Aktif

Jadi lagi-lagi jalan-jalan di PIM abis nonton, teman-temanku lagi habis uangnya, jadi minjem uangku. Kebetulan aku lagi bawa kartu ATM, jadi kita semua langsung ke ATM terdekat.

"Emang bisa oy?"
"Bisa lah, masa' gak bisa!
"Gw demen gak bisa nih!"

Bener aja, pas dimasukkin, ATM-nya langsung bilang
"Masa aktif kartu anda telah habis !"
Sial! Temenku langsung ketawa, ATM-pun tertawa. Kulihat kartuku, ternyata masa aktif sudah habis sejak tahun lalu!

Balas Dendam! muahahaha!!!

Ok, jadi baru nonton Shrek Forever After nih, filmnya bagus lho... Tapi yang nonton disana itu yang bikin sbel.

Kaan' itu film SU, jadi banyak anak kecil yang dateng. Kebetulan 2 kursi disebelahku ada anak kecil berisik yang apa-apa ditanyain ama emaknya. Orang disebelahku juga sama buruknya, ibu-ibu bawa anak yang baunya bercampur antara bedak & Pringles.

Jadi kan film belum mulai, lampunya masih nyala, jadi aku ngobrol dengan adikku yang menonton bersamaku. Enak-enak ngobrol, anak kecil ribut yang tadi bilang "ssst!!!" ke aku dengan polosnya. Wajar sih, dari tadi dia ribut, terus emaknya suruh dia diam. Bersungut-sungut, aku memikirkan cara yang terbaik untuk membalasnya...

Ditengah-ditengah film, dia mulai ribut nanya-nanya lagi. "Ini gitu ya, ma?" "Itu gitu, ya ma" bla, bla, bla. Lalu aku bilang ke dia: "SSSTT!" Dia langsung malu, terus duduk. Ibunya kalo gak salah bilang "Tuh kan, adek ribut sih!" hahaha


VICTORY!! (Tapi jahat sih)

Oh, OSIS... Merepotkan Sekali

Mungkin beberapa dari anda sudah tahu, tradidi OSIS di sekolahku sangat kuat. Semua orang mencoba masuk OSIS dan pada saringan pertama masuk 103 orang.

Aku termasuk dari 103 orang tersebut.

Aku selalu ingin jadi kesenian OSIS, jadi aku putuskan untuk coba saja...

Pertama-tama kita disuruh buat nametag, lalu kita menjalankan sejumlah tes, seperti tes agama, tes bakat dst...

Seluruh hal tersebut sangat berat & menjemukkan, jadia ku tidak akan mnuliskannya disini.

Legitimasi, dari 0 hingga 4

Bagi yang telah membaca posting sebelumnya, kartu legitimasiku hilang. Namun, hal yang paling aneh terjadi saat UHBT...

Pada hari pertama, aku menghadap guru pengawas dengan surat dari orangtua. Alhamdulillah, ia beri surat legitimasi sementara. Akhirnya dapat legitimasi! (girang)

Setelah itu, aku ketemu ketua kelas, ia sedang memegang setumpuk kartu legitimasi. "Woy, ternyata ruangan kelas kita salah di legitimasi, jadi diganti ama yang baru. Nih, punya lu!" Ok, sekarang aku punya 2 legitimasi.

Pulangnya, aku sedang mengaduk-aduk laci, kutemukan kartu legitimasi yang aku hilangkan. Aduh, pinter banget Bayu! Sekarang aku punya legitimasi.

Besoknya, ketika ke masuk, guru pengawas memberikanku kartu legitimasi cadangan, yang dicetak di kertas pink untuk menandakan bahwa ini bukan kartu legitimasi asli.

Singkat cerita, sekarang aku punya 4 legitimasi...

Kartu Legitimasi ILANG!!!

Beberapa waktu yang lalu, sekolahku mengadakan UHBT atau, bahasa kerennya, mid-term. Pada minggu sebelumnya, setiap siswa diberi kartu legitimasi (yang sama sekali tidak berbentuk seperti kartu, cuma selembar kertas HVS dengan ukuran 1/2 A4), kartu ini harus ditunjukkan ke pengawas sebelum masuk ruangan. Tanpa kartu ini, siswa dilarang masuk kelas. Jadi, didapatkan rumus:

Kartu legitimasi + hilang = tidak dapat ulangan = mampus

Sayang sekali, hal ini terjadi kepadaku.

Pada hari minggu, sehari sebelum UHBT, paginya masih belajar dengan santainya. Ketika jam 8 pagi, tiba-tiba ada firasat jelek kalo ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang sangat penting...

Penghapus, ada. Pensil 2B, ada. Dompet, jam tangan, HP, ada. (benda-benda ini yang paling sering kuhilangkan). Ada semua, apa coba yang ilang?!

Oh iya, LEGITIMASI!!!

Kucari kemana-mana, kamar sampai kayak kapal pecah. Namun, tidak ditemukan adanya kartu legitimasi dimanapun. Ujungn-ujungnya malah beresin kamar.

Namun, untung, ternyata kalo kartu legitimasi hilang, guru dapat memberin kartu legitimasi sementara dengan surat dari orang tua. Yah, begitulah yang terjadi.

Selasa, 16 Maret 2010

Harusnya hari ini UTS, tapi karena libur Nyepi aku sekeluarga jadi pergi liburan ke Bogor. Rencananya mau ke Agri Park, tapi nyampe sana malah tutup. Akhirnya kita balik arah ke arah Tajur. Buat yang mungkin gak tahu, Tajur ada tempat outboundnya deket sepatu-sepatu & tas. Masih satu kompleks. Disana adikku dan sepupuku naik bola air. Caranya gampang, orangnya dimasukin ke dalam bola plastik, terus bola plastiknya dikasih udara, dan tanpa basa-basi bolanya didorong ke dalam kolam. Lalu adikku yang paling ribut bolanya. Gelinding sana, gelinding sini, jumpalitan gak jelas. Udah capek gelandang-gelinding akhirnya pulang...

Jumat, 12 Februari 2010

Taumatawhakatangihangakoauauotamateapokaiwhenuakitanatahu

Yang ini cara bacanya gimana? Jangan khawatir, bacanya biasa aja kok…
Taumatawhakatangihangakoauauotamateaturipukakapikimaungahoronukupokaiwhenuakitanatahu adalah nama Maori untuk sebuah bukit dengan tinggi 305 m dekat Parangahau, selatan Waikupurau di selatan teluk Hawke’s, Selandia Baru. Sering disingkat sebagai Taumata agar lebih mudah disebut.
Nama tersebut, diterjemahkan secara kasar, berarti: “Puncak dimana Tamaeta, laki-laki dengan lutut besar, pendaki gunung, penelan tanah yang sering bepergian memainkan suling-hidungnya untuk kekasihnya.”

Dengan 85 huruf, bukit tersebut tercatat dalam Guinness World Records dengan gelar resmi “Tempat dengan nama terpanjang di dunia dalam suatu negara yang berbahasa Inggris.”

Bukit ini mempunyai beberapa nama versi lain yang bahkan lebih panjang lagi. Misalnya: Taumatawhakatangihangakoauauotamateaurehaeaturipukakapikimaungahoronukupokaiwhenuakitanatahu dengan 92 huruf, atau lebih panjang lagi: Taumata-whakatangihanga-koauau-o-Tamatea-haumai-tawhiti-ure-haea-turi-pukaka-piki-maunga-horo-nuku-pokai-whenua-ki-tana-tahu dengan 105 huruf.